Tuesday, September 9, 2008

School = Stressed Out / Depression?? Help!!!! [Part Two of Three]

So, school got you stressed out so much, you decided to quit but you don't want to quit, but just complaining all day and make other people going crazy trying to figuring out the way; this are my thoughts about it *and believe me, harsh comments next!!!*

Lo merasa kuliah itu berat sekali, mengeluh-ngeluh karena merasa tugas-gambar-sketsa-paper-makalah-presentasi-buat-maket yang diberikan itu benar-benar banyak sekali dan sangat menyita waktu bahkan sampai-sampai harus bergadang semalam suntuk *or even days* untuk bisa menyelesaikan tugas itu. Geez girl, STOP COMPLAINING! Ada 3 options yang bisa gue kasih, lo suka atau tidak, but here are my thoughts

Pertama, STOP YOUR YAWNING-COMPLAINING-NAGGING-WHATEVER and DEAL WITH IT, GET YOURSELF UP AND FIGHT BACK!!
People care about you but this thing that you do make people stressed out too, just deal with it or stop it, it's irritating and make other people feel miserable. Stop mengeluh-merengek-rengek-nangis-nangis, itu membuat orang lain jadi ikutan stress, belum lagi karena lo tidak mau mendengar usul dan pendapat orang lain, yang ada malah berkelit, making excuses, menolak tapi terus-terusan mengeluh.

Daripada mengeluh terus, pernah atau tidak lo berpikir how grateful I am, how lucky I am, betapa beruntungnya gue bisa sekolah, itu dulu. Pernah atau tidak? Mungkin tidak karena lo tidak pernah berada di posisi orang yang merasa sekolah itu penting dan *jelas sekali* butuh biaya besar. Lo mungkin merasa sekolah & kuliah adalah seuatu kewajiban lo sebagai seorang anak yang dilahirkan di dunia. Lahir, sekolah, kuliah, kerja, atau kawin, dan seterusnya. Lo masih punya orang tua yang masih bisa membiayai lo untuk sekolah yang tinggi, jurusan apa saja, bahkan dimana aja diseluruh dunia. Pernah atau tidak lo memikirkan orang lain yang juga ingin sekolah tapi tidak punya biaya? Just take my little sister for example. Gue masih belum tahu, apa Ms. eS bisa kuliah atau tidak, Siapa yang mau membiayai? My father? Mau berharap dari gaji gue, mana cukup? Mau minta bantuan orang lain? Kuliah mahal cuy, memang orang lain itu badan amal, bisa dengan enaknya membagikan dana untuk sekolah?

Dari yang gue lihat, lo itu merasa stress karena tugasnya begitu banyak sampai lo tidak punya waktu untuk bersantai, dan lo mengeluh terus, bahkan sampai menangis-nangis. Masalah tidak akan selesai dengan mengeluh dan menangis, yang ada lo harus melawan dan be tough about it! Maybe because you're somehow spoiled by your parents, lo tidak pernah harus berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu, tinggal merengek sedikit, sedikit mengambek to your parents, and *SNAP*, tinggal menjentikkan jari, apa yang lo mau bisa langsung tersedia. Ini adalah saatnya dimana lo bisa belajar untuk mendapatkan sesuatu dimana membutuhkan usaha keras.

Untuk bisa menyelesaikan tugas desain itu butuh kerja yang super-duper-extra-keras, dan somehow lo tidak bisa merengek-rengek kepada orang tua *atau orang lain* untuk bisa menyelesaikan tugas tersebut. Dengan begini, lo bisa tahu bagaimana susahnya sekolah dan untuk bisa mendapatkan sesuatu itu butuh kerja keras, not everything is served in silver plates, hard work & determination is all you need.

Selain itu, lo mengambil jurusan desain, what do you expect to happen? Jurusan satu ini memang "keren" dan cukup menjanjikan tapi tidak mudah, bahkan sangat berat sekali. Seharusnya lo sudah tahu ketika lo memutuskan untuk mengambil jurusan ini. Memang lo mengambil jurusan ini karena lo suka dengan manga-anime, tapi itu tidak cukup, selain lo harus jago dalam menggambar, lo harus punya daya juang tinggi, tingkat kreatifitas diatas rata-rata dan kemampuan untuk stayed up late supaya bisa mengerjakan tugas sampai selesai. Jangan membandingkan jurusan ini dengan jurusan-jurusan lain yang bisa bersantai-santai, tidak pernah ada kata santai dalam desain, yang ada kerja-kerja-kerja terus sampai selesai, baru sehabis itu bisa santai. 

Kalau baru tugas dari dosen saja untuk tidak mampu, bagaimana kalau lo harus bekerja, not school work, but an actual job-or-career, apa lo bisa? Life is hard girl, so hard it will crushed you down. So, just deal with it, stop b*tching around, lo tahu apa yang lo akan lo hadapi dan berusahalah untuk bisa menyelesaikannya, memang susah, gue tahu itu, tapi jangan karena kesusahan, stress gila, terus jadinya mengeluh-ngeluh, lalu menyerah.

Soal dosen yang tidak menghargai hasil kerja lo. Mereka dosen dan kadamg-kadang mereka memang seperti robot, tidak punya hati, mereka tidak mau tahu seperti apa lo kerja untuk menyelesaikan tugas lo, mau jungkir-balik-jumpalitan-telanjang-pake-nari-hula-hula dia tidak perduli, yang dia mau adalah tugas selesai, berdasarkan teori yang dia mau lo terapkan atau kadang-kadang berdasarkan suasana hatinya. Bad-mood kadang-kadang bisa mempengaruhi penilaian. Memang, dosen lo mempermalukan lo di depan umum karena menurut dia tugas yang lo bikin itu kurang baik atau tidak memenuhi permintaan hatinya, tapi kalau menurut lo, tugas lo itu berarti atau tidak? Seperti yang gue bilang, dosen tidak mau tahu bagaimana lo kerja, yang dia mau adalah tugas selesai, itu saja, ajdi dia tidak akan pernah mau tahu.

Ok, dia mempermalukan lo di depan umum, so what? Mereka dosen, ada yang baik, ada juga yang bangsat, just let it go, yang penting tugas lo selesai dan dapat nilai, itu saja, yang penting bisa lulus. Kemauan untuk dapat nilai tinggi memang harus ada, tapi kalau itu sulit dicapai karena dosen-nya unik, jangan bernafsu terlalu tinggi.

Selain itu, daripada stress melihat tugas lo yang cuma dapat nilai kecil, daripada menangis bersama-sama teman-teman lo, lebih baik lo menanamkan ini di otak lo, karena nilai gue kurang memuaskan dan dosen bangsat ini mempermalukan gue di depan umum, lebih baik gue menjadikan ini tantangan baru, gue akan buat yang lebih bagus, lebih keren, and you're going to weep cause I'm so good!! selain itu, dalam desain itu tidak ada penilaian, semua berdasarkan selera, kalau orang lain bilang your work sucks, belum tentu kan orang yang lain lagi bilang kalau pekerjaan itu kurang baik, bisa saja mereka bilang, you're doing a great job!

So, Mr. E just give the first thought, stay tuned for the next.

xoxo,
E.

No comments: