Wednesday, May 27, 2009

Tuhan, Aku Mau Menjadi Dewasa...

Hari Minggu kemarin, gue dan adik-adik gue menghadiri Sunday Mass, jam 18.00 di Stasi Kim Tae Gon, Kelapa Gading. Hari itu ramainya cukup heboh, sampai-sampai harus parkir agak jauh dari gereja. Yes, we're late. Sorry....

Sampainya di gereja, karena penuh, kita terpaksa duduk di luar, di tenda. *kacrut! panas banget, kan kalo di dalam adem, pake AC*, pake kursi plastik. Kwakwakwaaaaaa.....nasib....

Setelah beberapa waktu, ada 2 orang yang duduk di sebelah gue, yang satu ibu-ibu, over 40 lah, yang satu lagi, mungkin anaknya atau siapa, masih lebih muda, sedikit , maybe in his early 30. Setelah duduk, si "pemuda" ini langsung nunduk, gue pikir mau berdoa, BAH! Ngecek BlackBerry Bold-nya. Hmmm, this is not a good sign. A BB addict sitting beside of me. Males deh.

Apa yang gue khawatirkan akhirnya terjadi juga, setiap beberapa saat, dia pasti mengeluarkan BB-nya dari dalam sarung, checking something, masukin lagi, keluarin lagi, checking, masukin, over-and-over-again. That's annoying. Jujur gue merasa terganggu. Mau diacuhkan juga agak sulit, karena dia duduk di samping gue, notabene, segala sesautu yang dia lakukan, gue juga bisa tahu, dan gue jadi agak sulit berkonsentrasi juga, karena merasa terganggu.

Gosh, sebenarnya ini orang mau ke gereja atau tidak? Mau berdoa dan mengucap syukur sama Tuhan atau mau ngapain sih? Selain itu, dia terlihat berdoa tapi kelihatannya seadanya saja, tidak menyanyi sepatah katapun, hopeless, powerless, seperti tidak ada gairah untuk beribadah. Oh, yang paling parah adalah, mereka berdua keluar dari gereka setelah menerima komuni, tidak menunggu sampai Pastor memberikan berkat hari Minggu. GOSH! WHAT THE F*CK? Serius, niat apa niat sih? Bukannya kenapa ya, tapi gue memang sering kesal kalau melihat orang-orang yang seperti itu, masuk gereja, tapi tidak ada kepenuhan hati untuk benar-benar masuk ke dalam gereja, mendengarkan firman Tuhan, untuk memuji & bersyukur kepada Tuhan, malah sibuk dengan diri sendiri, atau tiba-tiba ngobrol. Parah. Memang, itu urusan mereka dengan Tuhan dan bukan urusan gue, kenapa juga mesti sewot, iya kan? Dasar kepo, susah dihilangkan, Tuhan maafkan aku....

Melihat kelakuan mereka, gue jadi punya bahan renungan sendiri, apa gue juga sering begitu ya? Sering terlihat males-malesan kalau pergi ke gereja, berpakaian seadanya, sering mengantuk, bersikap acuh-tak-acuh, tidak mendengarkan firman Tuhan, menyanyi dengan setengah hati, pikiran kemana-mana, wow, banyak hal lainnya. Wah, tamparan keras juga buat gue. Dalam hati gue berdoa, "Tuhan, apa aku seperti itu? Bersikap seperti itu di hadapanMu? Tuhan, maafkan aku kalau aku sering berlaku seperti itu, dan jangan buat aku menjadi seperti mereka, ingatkan aku untuk menjadi orang yang lebih dewasa, dalam bertindak, berkelakuan, dan berbicara. Amien."

Mr. E wants to be a better person & be a grown up, inside and out.

xoxo,
E!

1 comment:

Valentinus Rama Kurniangga said...

Stujuuu, gw sih gak sebel2 amat, malah ngerasa kasian. Orang mau diberkati kok malah kabur. dududz. whuahahahahaha