Sunday, June 21, 2009

Happy Father's Day...

Selama hampir beberapa minggu ini, gue merasa agak lelah. Capek karena pekerjaan yang sedang gue kerjakan sekarang. Cukup memakan waktu, otak & tenaga gue *dan tidur gue jadi semakin berkurang*. Mungkin bagi sebagian orang, mereka akan bilang, "Aduh baru segitu aja udah stres, capek, ngeluh-ngeluh, ahhh, payah lo!".

Iya, gue tidak malu mengakui bahwa, pekerjaan gue yang baru ini sangat melelahkan dan gue memang tidak terbiasa bekerja seperti ini. Gue kaget. Shock. Mungkin dibilang stres, iya, masuk akal juga karena, all I ever think was THIS job. Gue makan, nonton, nge-blog, bahkan tidur, tetap kepikiran, over-and-over-and-over-again. Gosh, I overthink-way-too-much, kapan maju-nya mas. ;p

Hmmm....tapi kan gue seorang sanguinis, kenapa jadi banyak mikir sih? Kenapa tiba-tiba menjadi seorang melankolis? Agak kaget juga, tapi iya, gue memang seorang sanguinis-melankolis. Party-animal-but-overthink-too-much. Tapi, gue tidak akan bicara soal diri gue, ke-stres-an gue, kerjaan gue, ataupun personality gue. Gue mau bicara soal Papi gue. My late father, yang meninggal kira-kira 1 tahun lalu, tepatnya 18 April 2008 kemarin.

Apa hubungan antara pekerjaan dengan papi gue sih? Sabar, sabar, gue akan ceritakan.
Jadi, tidak terasa sudah 1 tahun 3 bulan, papi gue meninggalkan keluarga gue. Walaupun beliau sudah lama pergi, gue masih sering merasa bahwa, dia itu tidak benar-benar pergi. Yes, he's gone, but I can still feel that he stays with us. Watching over us. Ah, silly me, but I still get those feelings. Seperti tulisan gue soal bokaa, bisa dibaca disini.

Gue adalah orang yang jarang menangis, jarang sekali. Kecuali ada sesuatu yang membuat gue merasa tertekan, atau sedang sakit, atau merasa sedih tanpa ada alasan apa-apa, gue bisa saja, tiba-tiba menangis. Tapi gue menangis hanya bisa di malam hari, ketika semua orang sudah tidur, gue berputar-putar sendiri dengan kepala gue, dan biasanya terjadi ketika gue habis berdoa sebelum tidur.

Malam itu, tanggal 18 Juni 2009, sebelum gue tidur malam, otak gue masih berputar-putar dengan sendirinya, masih bingung dengan pekerjaan, tidak jelas juga apa yang ada di pikiran gue saat itu, tapi gue merasa, wow, gue kesal. Capek. Bosan. Bingung. Kenapa sih, gue ini tidak tahan banting. Kenapa sih gue mudah sekali merasa down. Kehilangan semangat. Pada saat itulah, gue merasa bahwa gue butuh ngobrol-ngobrol dengan Papi. Butuh dorongan semangat sedikit.

Ya ampun! Papi kan sudah tidak ada. Pada saat itu gue tersadar dan gue langsung menangis. Gue menangis menjadi-jadi, tapi tak bersuara sedikitpun, sendirian di dalam gelap. Gue sempet agak-agak histeris, freaking out, "God, he's gone, my father is really gone, he's not here anymore." Gila, gue baru sadar kalau gue itu kangen, begitu kangennya sampai gue jadi kebas sendiri dengan perasaan gue. Gue pendam dalam-dalam sampai akhirnya meledak.

Setelah menangis, gue merasa lega luar biasa. Seakan-akan beban gue sudah terangkat walaupun hanya sedikit, tapi gue merasa lega. Sehabis itu, gue berdoa lagi, minta ketenangan hati, dan gue tidur.

Sometimes, we took everything for granted, and when it's gone, IT'S GONE.

I miss you Dad, so much, I become so numb about it.

Ah, jadi ngalor-ngidul gini. But, anyways, Mr. E is hugging his friends who still have their dads. Make him proud and make him happy in every possible way. Love him with all your heart. Happy Father's Day ya. *walaupun orang Indonesia tidak merayakan, but I think it's ok to celebrate it.*

-R.I.P-
Daniel Stylites Boen

[14.12.1955 - 18.04.2008]


xoxo,
E.

4 comments:

Valentinus Rama Kurniangga said...

:(

Gogo Caroselle said...

i celebrate Father's Day as Indonesian... awww, we can share my father, I don't mind... =)

Mr. E. said...

@ Rangga: Ah, jangan gitu donk....jadi makin sedih nih...

@ Gogo: Awww...
choooo chrwittt...
thanks dawling....

Juan said...

kok jadi ikutan sedih gue chondd baca blog nya ?? biasanya ketawa2 loh ...

Be strong, pal !! Hang in there ... :)

Bless u !