Saturday, July 25, 2009

Would The World Stop For a Split Second at The Day You Died?

Pernah tidak membayangkan atau mungkin bermimpi tentang hari dimana kita meninggal?

Siapa saja yang berada di sisi kita di saat-saat terakhir.
Siapa saja yang menangis & meratap ketika kita meninggal.
Siapa saja yang merasa kehilangan begitu dalam karena kita pergi meninggalkannya.
Siapa saja yang merasa menyesal karena belum sempat mengucapkan selamat tinggal.
Siapa saja yang datang ke tempat persemayaman kita.
Siapa saja yang mendoakan kita.
Siapa saja yang malah merasa senang, puas, bahagia ketika tahu bahwa kita meninggal.
Siapa saja yang mengantar ke lubang kubur atau ikut melihat ketika akan dikremasi.
atau....
Seperti apa prosesi-nya, bentuk hiasan rumah dukanya, bentuk petinya, dimakamkan dengan menggunakan pakaian apa, bagaimana ibadah 100 hari-nya, dan begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang kita harap bisa kita ketahui sebelum saatnya.

Gue pernah bermimpi seperti itu, beberapa kali malah. Seram ya?

Gue masih inget beberapa waktu lalu gue tidur & bermimpi gue meninggal. Yang menyakitkan adalah, ketika gue meninggal, gue meninggal sendirian & tidak ada yang datang ke pemakaman gue sendiri. Gue ingat, pas gue bangun, jantung gue seperti mau melompat & gue menangis. Pada saat itu juga. gue langsung berdoa, bertanya kenapa gue harus bermimpi seperi itu & minta agar kejadian seperti itu tidak perlu gue ketahui.

Ada pengalaman traumatis kali ya, sampai-sampai gue bisa bermimpi seperti itu.

Kita memang tidak akan pernah tahu, kapan, bagaimana, seperti apa kita akan meninggal, segala sesuatu ada di tangan Tuhan & ini semua masih menjadi misteri yang mungkin baru bisa diketahui ketika kita menghadap-Nya.

Sampai saat ini, gue masih ingat dengan jelas dari mimpi gue itu bagaimana gue meninggal.
*kok jadi agak-agak Final Destination gini sih...*

Mr. E ngalor-ngidul-makin-ga-jelas-aja. Stop ah!

xoxo,
E.

2 comments:

denny said...

hehehe,,
kebanyakan nonton tipi tu..

aku pernah juga mimpi mati,
tapi kutanya artinya sama orang,
malah dibilang "brarti kamu panjang umur tuh"
walah...

:)

Ari said...

"Would The World Stop For a Split Second at The Day You Died?"
Doh, ofcourse.