Wednesday, October 21, 2009

I'm in a Very Deep Sh*t.

Tadi sore, sebelum jam 5, klien gue menelepon dan mengatakan ada masalah dengan proyek yang akan dijalankan. Mereka minta penanggung-jawaban atas kelalaian, ketidak-telitian, & kecerobohan gue. Ada beberapa informasi krusial yang dengan amat sangat cantiknya, tidak gue sampaikan kepada mereka, sehingga sekarang mereka tidak puas & minta kompensasi dari masalah yang gue timbulkan.

Yah, sebenarnya ini bukan kesalahan gue semata, ada beberapa pihak yang juga ikut ambil bagian, tapi secara sang klien menghubungi gue, jadinya gue-lah yang harus menangani masalah ini. Sebenarnya, gue bisa saja menyalahkan orang lain, toh, memang dari awal, proyek ini agak-agak bermasalah, tapi gue merasa punya beban moriil yang harus gue pertanggung jawabkan & mengkambing hitamkan orang lain itu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada.

Masalahnya? Fatal.

Sangat fatal malah, sampai-sampai gue tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.

Kondisi gue saat ini adalah sangat kebingungan. Kelimpungan. Kebakaran jenggot. Pokoknya, gue sudah diujung kehancuran. Salah satu kebiasaan buruk gue, menyalahkan diri sendiri, terus mengubur diri dalam kesalahan itu & langsung jatuh sakit; biasanya demam tinggi ataupun sakit maag akut.

Masalah tidak sampai disitu saja, gue juga takut kalau sampai ada apa-apa dengan proyek ini, imbasnya bisa ke proyek lain yang gue lakukan dengan sang klien.

Gue sama sekali tidak siap dengan konsekuensi yang harus gue hadapi. Dengan adanya masaalah seperti ini, sepertinya segala sesuatu yang gue kerjakan seperti tidak ada apa-apanya, yang menonjol malah kesalahan yang gue perbuat.

Gue panik, stres, takut, & bingung. Kenapa gue tidak punya sebuah mekanisme yang mengatur diri bahwa disaat ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin & rapi. Kok gue tidak bisa seperti itu ya? Gue itu jarang sekali mengahadapi kendala, kalaupun ada, gue pasti selalu bisa menyelesaikan, tapi kali ini, gue tidak bisa bicara apa-apa, gue seperti membeku.

Kenapa gue bisa sampai melakukan kesalahan sebegitu fatal sampai-sampai menjadi kasus seperti ini ya? Apa gue memang pada dasarnya kurang teliti? Atau memang tidak kompeten dalam bekerja? Sampai sebegitu tidak profesionalkah gue ini sampai-sampai gue harus menghadapi masalah seperti ini?

Besok, gue harus menghadapi konsekuensi yang gue perbuat dan berusaha mencari jalan keluar yang terbaik. Kalau sampai gue dipecat, kemungkinan besar gue akan meloncat ke dalam sumur. *mo-jadi-Sadako-rupanya-LOL!!!*

Mr. E still figuring out how to deal with this problem. God, please help me. Pretty please.

xoxo,

7 comments:

Arman said...

moga2 segera beres ya urusannya!

ego said...

so sad to know :( tapi gw yakin pasti ada way outnya. be brave and everything's gonna be ok,ed!

-Tess- said...

oh man, come on !!
jangan give up, u can do it...!
setiap masalah ada jalan keluarnya.
minta maaf dengan rendah hati, dan tawarkan solusinya.

From today, bikin buku catatan untuk kerjaan yg uda lo kerjain hari itu, dan apa yg harus di kerjakan.

Check list is so bloody important.
Bawa buku itu kemana2.

This should help.

Good luck, friend
jangan akhiri hidup lo...
I still need u in my life

Valentinus Rama Kurniangga said...

Napa son sooooon.....

Ryan said...

What are ya, fucking stupid? End your life??? No friend of mine is that coward, geez... Because of work? That is the silliest thing I've heard in a year ;-|

Asakura Sena said...

be tough bro'..

tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan..

semua pasti ada jalan keluarnya, just hope for the best but don't forget to prepare for the worst...

Gogo Caroselle said...

duh kamu uda jangan menyalahkan diri sndr lg, toh uda kejadian, jadiin pelajaran sekaligus coba nyari solusi aja yah, berembuk sama yg lebi senior enknya gmn, tp jgn nyalahin diri sndr lg yah ed...