Sunday, October 4, 2009

It's Not A Hilarious Joke Anymore, It's A Sexual Harrasment. I Mean It.

Sebelumnya, gue ingin berterima kasih kepada dua gelas frappuccino Starbucks yang telah membuat gue terkafeinasi & insomniac. Sial. Karena gue sekarang tidak bisa tidur, lebih baik gue melakukan sesuatu yang produktif; menulis di blog.

Beberapa hari lalu, gue menerima sebuah telepon dari nomor yang tidak dikenal. Pertama-tama gue pikir itu adalah salah seorang teman gue atau klien, jadi gue mencoba menelepon kembali, tapi karena tidak diangkat, gue coba untuk sms, tapi tidak pernah dibalas, jadi gue mengasumsikan itu sebuah perbuatan iseng-iseng-ga-jelas & bukan sesuatu yang penting. Lalu, beberapa saat kemudian, gue menerima sebuah sms, lagi-lagi dari nomor yang tidak dikenal. Ketika gue buka untuk membacanya, gue kaget karena isinya adalah sebuah ajakan untuk melakukan hubungan seks *oral seks lebih tepatnya*.

Serius, gue kaget setengah mati sampai-sampai tangan gue menjadi dingin & gue gemetar. Karena masih dalam tahap kaget & penasaran, sms tersebut gue balas dengan menanyakan siapa pengirimnya & dapat dari mana nomor ini *pada saat itu gue masih berusaha berpikir positif dan mengatakan pada diri gue sendiri bahwa ini ini cuma sebuah joke yang sangat tidak lucu*.

Jawaban dari si penulis pesan pun kembali mengejutkan gue. Dia mengatakan bahwa namanya adalah Aan, sekarang berada di Roxy Square & mau melakukan seks *sesama jenis* dengan gue.

Gue semakin kaget ketika mendapat jawaban ini. Lalu, selanjutnya dia juga mengatakan bahwa dia menemukan nomor telepon gue pada sebuah dinding toilet di Roxyi Square, lantai 5, dengan tulisan:

"Icon, jago ng*s*p k*nt*l, 081806275###"

Itu nama panggilan & nomor handphone gue. Suatu yang sangat aneh karena dia bisa mendapatkan nomor tersebut dari sebuah dinding toilet di pusat perbelanjaan yang notabene BELUM PERNAH SEKALIPUN GUE KUNJUNGI. Lalu, nama Icon. Tidak ada orang selain kolega-kolega gue di kantor yang memangggil gue dengan nama panggilan tersebut, jadi gue sudah bisa sedikit mengetahui bahwa ini perbuatan siapa, hanya saja, orangnya tidak dapat gue ketahui secara pasti. *yah, mana ada yang mau ngaku coba...*.

SMS dan telepon ini tidak berhenti di situ saja, sejauh ini sudah ada kira-kira 6 sms & 7 telepon yang isinya mengajak gue untuk melakukan hubungan seks; dimana untuk telepon ada 6 panggilan tak terjawab & 1 panggilan yang gue jawab. Betul, gue hitung satu persatu tapi isi pesan & nomor teleponnya tidak gue simpan.

OK, sebegitukah desperate-nya para kaum homoseksual ingin melakukan hubungan seks? Gue tidak memiliki masalah dengan kaum homoseksual atau hubungan sejenis, itu merupakan pilihan mereka, bahkan ada yang memang terlahir seperti itu, tapi apabila ada hal yang sudah membuat gue merasa tidak nyaman atau agak melewati batas kewajaran, gue tidak akan mentolerir lagi.

Mungkin pada awalnya, bagi si pelaku yang menuliskan nomor telepon gue tersebut, hal ini memang sebuah lelucon yang sangat lucu, histerical dan mungkin out-of-the-box. Tapi ketika mulai ada orang-orang yang benar-benar menghubungi nomor telepon gue di malam hari, mulai mengganggu aktifitas gue, mulai mengirimkan pesan-pesan yang sangat tidak sopan & menjijikan,
INI BUKAN LAGI SEBUAH LELUCON,
INI PELECEHAN SEKSUAL.
Ini tentang harga diri gue dan bukan sebuah bahan tertawaan biasa. Ok, mungkin kadang-kadang gue memang sering bercanda mengenai gue memiliki pekerjaan sebagai pekerja seks komersial, tapi itu murni 100% hanya sebuah joke gila *yang mungkin agak sedikit kelewatan & orang-orang menganggapnya serius* dan bukan suatu kenyataan yang akan gue lakukan. Gue mungkin hidup serba pas-pas-an, tapi bukan berarti gue akan keluar rumah dan menjajakan diri gue demi uang. GUE BUKAN PELACUR.

Satu hal lagi, masalah orientasi seksual gue. Gue akui bahwa memang gue memiliki kecenderungan berperilaku agak kemayu, agak sedikit kecewek-cewekan, gue akui itu, tapi bukan berarti orang bisa dengan seenaknya mengatakan gue homoseksual atau apapun yang mau mereka panggil! Itu hak pribadi gue kalau mau tidur dengan siapa; kehidupan pribadi gue tidak akan gue bagi-bagi atau gue sebarluaskan kepada orang lain. Gue tidak akan seenaknya menceritakan perjalanan cinta gue, kehidupan seks gue ataupun masalah-masalah gue dengan kolega-kolega gue, buat apa coba? Gue anggap mereka bukan sebagai teman tapi rekan sekerja. Yang penting adalah, selama gue tetap professional melakukan pekerjaan gue, tidak menggoda ataupun melecehkan secara seksual kolega-kolega gue, gue rasa itu tidak akan menjadi suatu masalah. ITU URUSAN GUE.

Pada saat ini, gue sedang berpikir untuk mengangkat masalah ini ke meja direksi perusahaan gue. Gue cukup serius karena gue punya bukti bahwa pelakukanya adalah salah satu dari sekian banyak kolega gue di kantor, walaupun tidak begitu kuat tapi gue akan tetap bersikeras. Gue tidak akan berhenti sampai gue menemukan pelakunya.

NB. Gue ceritakan masalah ini ke beberapa teman-teman dekat gue. Salah satu solusi dari mereka adalah gue pergi ke Roxi Square, pergi ke toilet di lantai 5nya, cari tulisan dengan data diri gue tersebut, bawa cat atau spidol atau apapun dan HAPUS-CORET-GANTI, terserah bagaimanapun caranya, yang penting nama gue tidak akan berada lagi disitu.

xoxo,

17 comments:

MeY said...

sepertinya memang terpaksa harus ke toilet lantai 5 di Roxy itu, karena walopun udah tau siapa pelakunya, tapi kana nama dan nomor hapenya udah tertera disana. jadi yang penting buang dulu deh, jadi ngga akan tambah banyak yang ngeganggu. *cuma saran sih* :)

ego said...

huwaaaa... merinding dangdut gw baca cerita lo,ed.. setuju sama mey dan tmn2 lo. segera ke toilet itu trus hapus atau diapain lah yg penting nomer lo ngga bisa kebaca! gila emang, di kota gw juga suka ada gitu di toilet2 mall... males bgt!!! klo hasil investigasi lo merujuk ke satu org, mgkn lo bisa tanya langsung ke dia trus diselesain scra personal dulu... break a leg ya!

Valentinus Rama Kurniangga said...

sabar Son sabar >.<
solusi tercepat sih ganti nomor. klo diapus di roxy square gw ga yakin sih bisa ilang gitu aja. Nomor lo sudah tersebar, entah ya, orang-orang desperate macam itu bisa sebarin ke komunitasnya atau engga gw ga tau >.<

pinkanabiz! said...

if that was intended to be a joke, that's not funny at all...

btw berapa banyak kolega lo di kantor yg tau nama panggilan itu..?? klo kurang dari 5-10 seh mungkin masalahnya bakal cepet selesai tapi klo lebih dan masalahnya udah lo ajuin ke direksi selain masalahnya blom tentu cepat selesai bisa ngerusak suasana tempat kerja juga lho..yg ada ntar malah pada saling menyalahkan, or even worse bikin bukti palsu trus mengkambinghitamkan seseorang...

solusi terbaik saat ini seh emg kyknya harus ke toilet itu trus lo apus tuch info sesat (foto2 dulu sblom lo apus buat bukti klo seandainya lo masih pgn bawa tuch masalah ke direksi)..paling gak lumayan lah biar gak ada lagi tambahan nomor2 tidak dikenal yg mengganggu..

Arman said...

wah gila banget ed... kurang ajar banget tuh orang!! coba lu inget2, ada yang gak seneng ama lu gak di kantor??

yah mau gak mau dah lu coba hapus tulisannya itu. kalo emang udah nyebar dan annoying, ya mau gak mau lu kudu ganti nomor hp dah ed...

so sorry to hear that... kurang ajar emang orang2 itu yang gak pake otak!

Gogo Caroselle said...

yakin nama lo beneran disitu?
bisa jadi orangnya boongin elo ed...
ngomong semaunya, becandain elo...

lain kali dapet misscall atau sms ajak kenal biarin aja... kalo misscall2 terus, lo save namanya atas nama "jangan diangkat!" atau "sijing" jadi lo lgs ga gangkat... baisanya gue gitu, jangan digubris...

makin seneng mereka kalo lo respon...

ok ok? :)

Mr. E. said...

@ ALL: thanks for the concern ya, I appreciated it so much.

@ Mey: Kayaknya mesti gitu sih, ke sana langsung, ke TKP. Ga ada jalan lain lagi.
Ugh, itu tempatnya ga jelas gitu lagi. Malesnya.

@ Ego: Iya. Serem sekaligus jijik. Emangnya ga bisa ya ketemuan secara biasa gitu, ga perlu di dalam toilet kan. Iya, gue tahu, gay people agak susah utk bertemu sesama pasangan, tapi ga perlu di toilet kan....

@ Valent: Sayang nomornya Val. Gimana ya, masih bimbang.

@ Pink: BENER BGT, GA LUCU! Bercandanya sih kelewatan sekali lho. Semua karyawan di kantor gue manggil gue dgn panggilam Icon.
-_-'
Gimana donk??? Ah, sepertinya gue memang hrs kesana deh.
NB. I-con, kayak nama blog lo. XD

@ Arman: Iya Man, terima kasih atas concern-nya. Soal musuh di kantor setau gue sih ga ada ya. Ini sebenarnya bercandaan yg udh out-of-the-line. Krn gue jg udh ngamuk2, makanya ga ada yg berani ngaku lagi.

@ Gogo: Yakin lah, krn nomor gue udh menyebar ke banyak org2 gitu. Bercanda sih bercanda ya, tapi kalo isi smsnya udh sangat2 ga sopan & menjijikan, ini mah udh ga lucu lagi.
Ga pernah gue tanggepin kok, cuma 1x doang, pas pertama kali gitu. Tapi g gue kesel kalo malem2 suka tlp2 gitu. Kan ganggu gue. sialan. booty call kaleeee......

Gogo Caroselle said...

duh kasian...
ada aja yah yg isengnya kebangetan.... sabar yah ed... *hugs*
yang namanya karma jalan terus kok ed... kalo becandaannya kaya binatang, entar juga kedepannya bakal diperlakukan sm orang kaya binatang. kay? ;)

BrenciA KerenS said...

yang sabar yaa.. semoga ga kejadian lagi. supaya ga kejadian lagi, emnag sebaiknya ke toilet itu dan dihapus tulisannya.

niko said...

gw sih stuju ma sarannya gogo, ed.. makin seneng mereka kalo lo respon...
apalagi klo sampe ke meja direksi.. klo gw pribadi sih mending slesein dulu baik-baik sama orangnya. personally aja, ato didampingi sama yg bisa nengahin, sekaligus jadi saksi klo dia janji nggak bakal ngulangin lagi..

moga bisa cepet clear ya masalahnya..

Mr. E. said...

@ Niko: Iya, gue tahu kok, makanya ga pernah gue respon. Yah, dicuekin aja sih.
Nah, orgnya itu pun ga jelas, gue mesti cari tahu, tapi ga tau mesti gimana....
Skrg ya, udh jalan lagi, kemarin di Roxy, skrg udh sampe Citraland.
Kan gila!
Thansk ya atas dukungannua Niko.

Anonymous said...

Wahhh con, gile aja tuhhh orang. yg pasti bukan gw dahhh kan gw udah ex-gedung Gravira. peace Con, peace. lagi pula gw nga bisa masuk k kamar mandi CO. wondering who yahhh???

Agp

ssandra7984 said...

OMG!!! I feel for you man!!
Gua jg kemaren itu di stalk sama orang yg gua kenal di uni gitu!!!
Sama, kirim2 sms yg ga sopan, jijay bajay...
Gua ancem dia, sekali lagi, gua laporin ke polisi buat sexual harrasment...
So far sih tuh orang diem aje.

Mendingan lu report ke manager lu deh, atau sapa kek gitu... damn.
Kan belum tentu di roxy doank itu orang tulis2 nomor mobile lu...
Kalo di tempat laen ada gimana??

Dan mengenai orang2 yg telpon atau sms lu, hehehe, udah pasti orang ga jelas.
Lu bisa ke bayang kan, tipe orang yg maen langsung telpon/sms nomor yg di coret2 doank di dinding?
Hahaha, so stupid man...

Mr. E. said...

Sandra! Cerita lo juga serem....
Kalo lo cuma 1 org, gue itu banyak org. Kan makin il-fil gue.
semprul banget ya.
Sampe skrg udh di Roxy & Citraland.
Sangat ga jelas. Sampe tadi malam pun ya, masih ada yg suka sms & tlp.
Capek.
*sigh*

ssandra7984 said...

Adoohh kebayang deh gimana jijay nya. Yucks...
Cepetan deh itu tulisan ditemukan.
Ok Ok...

Definitely not a joke, that's an insult.

Oh yeah, there's another option...
Ganti nomor telpon...
Kalo dah sampe hopeless, hmmm...
Tapi kasih tau gua nomor lu yg baru kl emang lu ganti nomor, hehehe...

hanalicious said...

duhh kadang orang2 memang kebacut ya, they don't know how to draw a line between joking and seriously insulting. sabar yess. :)
keep on keeping on!

denny said...

ya, bener
samperin aja toiletnya
bawa cat..

timpain cat di tulisannya.
selesai masalah.

:D

tinggal ngelacak siapa yang melakukan corat coret,,
*gebug,,
beres deh,,
:D