Friday, November 13, 2009

Friday The 13th in November 2009. Yikes.

So, today is the 13th day of November. And it's Friday.
FRIDAY THE 13TH.
Which means, for some people, they're going to have some unfortunate events, just like the movie, but without the slashing & killing. LOL. And yes, I had those series.


Selama beberapa hari belakangan, setiap siang menjelang sore, mungkinsekitar jam 3 atau 4 sore, Jakarta yang biasanya sedari pagi panas luar biasa, tiba-tiba langsung diguyur hujan deras. Tidak terkecuali hari ini, siklus tetap sama, pagi-panas-siang-menjelang-sore-mendung-hujan-deras. Khusus hari ini, bukan hanya hujan deras biasa, tapi kalau bisa gue kategorikan, today we're having a freakin' THUNDERSTORM.

Iya, THUNDERSTROM = HUJAN BADAI. Hujan sangat deras, diikuti angin kencang & tidak lupa petir-guntur-kilat menyambar-nyambar. Lebay ya, tapi begitulah kenyataannya. Cukup menyeramkan lho karena waktu gue melihat keluar melalui kaca jendela kantor, angin bertiup sangat kencang, pohon-pohon & rambu-rambu lalu lintas juga ikut bergoyang kencang, got besar di depan dekat jalan besar juga langsung penuh & air mengalir dengan sangat kencang. Jalanan mulai ramai & akhirnya macet total. Banjir? So pasti lah, ada beberapa daerah di Jakarta yang sudah menjadi langganan banjir, jadi mereka sudah bisa bersiap-siap.

Terus, apa saja kesialan-kesialan yang terjadi pada hari ini.

Satu, buntut panjang dari hujan badai. PANJANG BUNTUTNYA.

Dua, banyak genangan air dan bahkan ada yang termasuk kategori banjir akibat dari hujan badai itu, banyak kendaraan yang berjalan pelan-pelan, efek dominonya, macet total. Salah satu yang terkena dampak ini adalah Transjakarta Busway. Bagi yang belum tahu, kantor gue terletak di daerah Cideng dan sangat kebetulan, ada jalur busway yang melewatinya (trayek Harmoni - Grogol atau Harmoni - Lebak Bulus). Nah, hari ini, secara di daerah Taman-Anggrek-Grogol-Tomang agak-agak banjir, jadinya tidak ada Transjakarta yang lewat. TIDAK. ADA. SATUPUN.
*monyonggggggg.... gimana gue pulang.....*

Tiga, akhirnya gue putuskan untuk naik bus biasa, Patas AC No. 116, jurusan Cimone - Senen, nanti turun di Harmoni, baru naik Transjakarta busway jurusan PuloGadung - Harmoni. Terus, walaupun bus Patas-nya penuh luar biasa, gue tetap memaksakan diri untuk naik, secara kalau tidak naik bus itu, kesempatan gue untuk pulang makin kecil. Jadilah gue, naik bus Patas & hanya bisa berdiri di depan pintunya saja, di undakan tangga pertama, lengkap dengan tetesan air hujan & air AC bus, cipratan-cipratan becek dari air yang menggenang di jalan, dan jepitan orang-orang [glek & hampir pingsan].

Empat, setelah berhasil turun di dekat Juanda, gue melajutkan diri ke Halte Harmoni, masuk ke shelter, bayar tiket, ehhh, tidak ada kembalian Rp 500,-. Bodoh. Tapii ya sudah, gue malas untuk berargumentasi, nanti makin lama untuk pulang. Habis bayar, ambil tiket, gue menoleh ke antrian, FAK! Ngantrinya "sebujug-buneng", ramai-panjang-panas-lembab, tapi, ya sudah, nasib, mari kita mengantri. Tidak lama mengantri (sekitar jam 18.40), akhirnya gue bisa naik juga ke bus-nya, eh, pas naik, di jalur sebelah, ada satu bus lagi, dan secara gue mau duduk, gue langsung pindah ke bus yang sebelah itu & berhasil mendapatkan tempat duduk. Yay. Bisa pulang dengan tenang. EIITTSS, tunggu dulu, ini adalah bagian yang paling keren.

Lima, setelah gue berhasil duduk di dalam bus yang penuh sesak, bus mulai berjalan, agak pelan karena jalanan cukup ramai. Nah, sudah comfortable, gue pasang iPod gue, cari album yang akustik (Kings of Convenience & The Weepies, back to back), keluarin buku The Host dan menikmati perjalanan gue untuk sampai ke Kelapa Gading. Dan. Dimulailah film horror-nya.

Ketika bus mulai masuk ke Monas, jalannya mulai tersendat-sendat, lalu mulai dari halte Balaikota ke Gambir 2 itu butuh waktu kurang lebih 1.5 jam. Serius. Dari mulai merayap sampai akhirnya terjadi berhenti sama sekali. Stuck. Waktu itu kira-kira sudah jam 20.00.

Masih stuck di daerah Tugu Tani....
Jam 8 malam....
Hmmmm.....
WAAAKSSS....

Dari mulai Tugu Tani, halte Kwitang sampai halte Senen butuh waktu 1 jam-an lagi, kira-kira sekarang sudah jam 21.15an. Dari halte Senen-Galur-Rawa-Selatan-Pasar-Cempaka-Putih-Cempaka-Tengah-RS-Islam-Cempaka-Timur butuh waktu hampir 1 jam lagi, jam menunjukkan jam 22.10. Dari situ, kita ke halte Pedongkelan-Asmi-Pulomas, butuh waktu sekitar 30-40-menit-an plus harus naik angkot ke rumah, jam 22.45an.

Jadi, total perjalanan, berangkat jam 18.40 & tiba di rumah jam 22.45an.
Kurang lebih 4 jam.

FOUR FREAKING HOURS ON A BUS!!!

Ini gila, benar-benar luar biasa gila. Perjalanan yang biasanya gue lakukan kurang lebih 1 jam (Harmoni-Pulomas), meningkat drastis menjadi 4 jam. Dari gue mulai duduk tenang sambil membaca buku plus mendengarkan iPod, sampai pakai jaket karena dingin, tidur, bangun, SMS-an dengan Dae & Rob, bengong, baca, tidur, bangun, bengong, ngedumel, AARRGGGHHH.... cukup membuat gue merasa agak-agak terganggu mentalnya. LOL.

Penyebab kemacetan tanggal 13 ini adalah:
Satu, curah hujan yang sangat tinggi, agak sedikit banjir, air menggenang dimana-mana sehingga kendaraan-kendaraan berjalan cukup pelan.

Dua, karena agak banjir, perempatan Cempaka Putih menjadi macet. Ingat, ada Sunter yang sering banjir. 4 penjuru saling bertemu di tengah & tersendat, tidak ada yang mau mengalah.

Tiga, pembangunan jembatan di Pedongkelan. Nah, yang satu ini memang BIANG KEROK PENYEBAB KEMACETAN. Sejak ada pembangunan jembatan ini, jalur yg biasanya bisa dilalui oleh 4-5 kendaraan diubah menjadi 2 jalur saja, YA MACET LAH! Pembangunan ini sudah memakan waktu hampir 2 bulan, belum selesai-selesai juga. Parah + pasrah.

Tapi, looking at the bright sight, diantara kesialan gue diatas, ada beberapa hal juga yang, oh-well-not-so-bad-lah, di dalam busway gue bisa DUDUK. Itu adalah privilege yang tidak ternilai. Gue tidak perlu capek untuk berdiri sambil membawa 2 tas gue yang agak-agak berat. Selain itu, duduk = bisa tidur. Ada beberapa saat dimana gue bisa tidur-tidur ayam, mengistirahatkan mata gue yang sudah sangat berat.

Lapar? Tenang saja, gue ada sisa roti tadi pagi, croissant coklat dari K's Bakery. ENAK dan mengenyangkan. Hujan? Ketika sudah sampai Pulomas, hujan sudah berhenti. Amien!

So, that's Mr. E's friday the 13th 2009 report. Traumatis, tapi whatsoeverlah. Pasrah, yang penting bisa pulang ke rumah & TIDAK BANJIR. *amit-amit-cabang-bayi-knock-on-wood*

xoxo,

1 comment:

Arman said...

waduh perjuangan banget ya ed...
tapi ya untungnya lu masih dapet duduk ya. kebayang gak kalo lu masuk ke transjakarta yang pertama, bisa2 4 jam berdiri! hehehe. see the bright sight... :D