Friday, November 27, 2009

Twilight Saga: New Moon, AWESOMELY BAD MOVIE.



Pada awalnya, gue berencana untuk menulis review New Moon, tapi gue jadi hilang semangat mengingat pengalaman buruk yang gue alami dengan film tersebut. Jadi, Twi-Fangs, bersiaplah untuk menangis tersedu-sedu karena Twilight Saga: New Moon berhasil masuk dalam kategori: AWESOMELY BAD MOVIE.



Mari kita mulai!

Pertama. Naskah. BURUK. Memang tetap setia dengan apa yang terdapat dalam bukunya, tapi bukan berarti harus membawa segala sesuatunya menjadi sebuah film. Alur di dalam bukunya memang cenderung datar, canggung, dengan dialog super-melodramatic & terasa agak membosankan bahkan sedikit melelahkan, tapi karena ini film, mereka *dalam hal ini para penulis naskah termasuk tim kreatif yang bekerja di dalamnya* seharusnya mencari elemen-elemen lain dan digali lebih dalam agar film tersebut tidak menjadi seperti buku yang difilmkan, melainkan film based on a book. Contoh: Harry Potter series, mereka bisa membuatnya sedikit berbeda dengan bukunya, tapi orang bisa menonton sekaligus menikmati filmnya.

Gue rasa, film ini benar-benar didedikasikan untuk fanbase-nya saja tanpa memikirkan orang-orang lain yang tidak membaca buku ataupun mengenal apa itu Twilight. Sebagai salah satu pembaca bukunya, gue kecewa karena berharap bahwa film ini bisa dikembangkan sedemikian rupa agar bisa mendapatkan pengalaman yang sedikit berbeda dan bukan meng-copy mentah-mentah segala sesuatu yang ada di dalam bukunya. FYI: buat gue, buku New Moon & Breaking Dawn merupakan 2 seri Twilight yang masuk kategori least-favorite.



Kedua. Budget lebih, artinya sutradara baru & hasilnya juga akan lebih dari sebelumnya. SALAH BESAR. Keputusan untuk mengganti sutradara dari Catherine Hardwicke menjadi Chris Weitz merupakan salah satu keputusan bodoh yang diambil Summit sebagai rumah produksi. Baiklah, secara budgetnya lebih besar, segi kualitas, produksi & CGI untuk New Moon menjadi jauh lebih baik daripada Twilight, tapi entah kenapa, "feel" yang dulu didapatkan di film pertama menjadi hilang sama sekali. Tidak ada sinematografi yang terasa enak dilihat & permainan cahaya-cahaya untuk membawa mood penonton, tidak ada interaksi antar pemainnya yang terasa ringan, menyenangkan dan orang bisa menyukai tokoh-tokohnya. New Moon terasa sangat berbeda dan bukan ke arah yang baik. Inti dari buku New Moon yang seharusnya adalah depressing, cenderung tidak nyaman, sakit hati, kosong & agak-agak suicidal mode menjadi hilang, yang tersisa hanyalah 130 menit kebosanan, keanehan, kecanggungan, kegombalan tiada akhir dan ditutup dengan sebuah lamaran pernikahan.





Apa Summit Entertainment lupa dengan apa yang Chris Weitz perbuat dengan Golden Compass? Film tersebut bisa dibilang cukup buruk untuk ukuran fantasy movie (mengikuti Eragon) & sang sutradaralah yang cukup bertanggung jawab dengan isi filmnya. Walaupun naskahnya buruk, tapi sudah menjadi tanggung jawab si sutradara untuk menggali potensi yang tersisa, setidaknya gali akting para pemainnya agar bisa lebih believable.



Ketiga. Salah satu unsur kunci dari New Moon yang hilang adalah chemistry antar pemain *khususnya antara Bella & Edward*. Entah mengapa aktingnya menjadi terasa kaku & canggung, banyak tatapan-tatapan mata yang kosong, terasa hampa & terlihat sangat bodoh, ditambah lagi nafas terengah-engah yang sangat mengganggu, teriakan mengerang-ngerang seperti kesakitan, GA-JELAS-BANGET-DOT-COM. Gue seperti sedang menonton sinetron Indonesia, CINTA FITRI, lengkap dengan shot-shot wajah terkejut, bibir bergetar & mata nanar. Dan dialog-dialognya,! Monoton, datar dan super melodramatik! Mungkin niatnya adalah supaya menjadi romantis tapi yang ada malah terasa cheesy, gombal & "lebay".


Kita ambil contoh, Grey's Anatomy. Serial TV ini terkenal dengan dialog-dialog super chessy tapi bisa dibuat sedemikian rupa sehingga believable, orang bisa percaya dengan apa yang tokohnya katakan, sedangkan New Moon, TIDAK.

Keempat. Aktor & Aktris. Kita kesampingkan dulu Robert Pattinson, Kirsten Stewart & Taylor Lautner. Menurut gue, semua aktor yang menjadi keluarga Cullen hanya digunakan sebagai pemanis buatan saja. Tidak ada dialog yang berarti dan mereka cuma perlu berdiri saja dan terlihat keren karena mereka ambil bagian di sebuah hit-movie. I'm rooting for team Emmet & Rosalie, tapi mereka hanya tampil sekilas, di awal film & di akhir film. I want my Rosalie with her bitchiness mode! *sigh...*



Teman-teman manusia Bella juga tidak banyak ikut andil dalam film ini, mereka hanya perlu "ada" disitu, menjadi bagian dari perlengkapan Bella & Edward & Jacob dengan segala "ke-lebay-an" mereka.

Untuk the-infamous-completely-ripped-with-rock-hard-abs-wolf-pack, screen time mereka juga tidak begitu banyak, kebanyakan hanya berlari lari tanpa pakaian dengan dada bidang, penuh otot dan perut six-pack. Lain dari itu, tidak ada apa-apa. Sexy? Yes-in-slightly-gay-ish-way. Penting? NOPE!




Volturi
? Kasus yang sama, tidak begitu banyak screen time. Dakota Fanning sebagai Jane hanya muncul sebentar, bicara sedikit, berputar-putar dengan sepatu teplek Mary-Jane-nya. Cameron Bright sebagai Alec malah hampir tidak terlihat, literally. Kecuali si Michael Sheen sebagai Aro, dialognya cukup menyita perhatian dan terlihat agak menyeramkan.

Seburuk-buruknya sebuah film, pasti ada sesuatu yang bisa diterima.

Satu, sinematografi yang cukup artistik, bukan sekelas Oscar atau apapun, tapi orang akan setuju, kalau gambar tersebut diambil dengan baik.

Dua, CGI para serigala, dari mulai transformasinya, kejar-kejaran dengan Victoria *yang sangat bad-ass kalau menurut gue, dan adegan antara dia dan para serigala tersebut dishoot dengan cukup artistik* sampai ke pertarungan antara Jacob & Paul. Pertarungan dua serigala ini agak mirip dengan pertarungan antar beruang kutub di film Golden Compass dan cukup berkesan buat gue, tapi hanya sampai situ saja.

Tiga, soundtrack yang bagus. Alexandra Patsavas memang punya "telinga" yang hebat, dia bisa mengumpulkan lagu-lagu berjenis indie-rock dengan nuasansa emo yang cocok dengan filmnya, hanya saja, buat gue, lagu-lagu yang ada kurang memorable, tidak seperti soundtrack film Twilight.



Empat, six pack Taylor Lautner. Walaupun agak aneh buat anak berumur 17 tahun untuk memiliki badan super-ripped seperti itu, tapi bisa dibilang cukup sexy-in-a-pedophile-steroid-junkie-way.



Toilet Saga: Nyu Muuung is a total disaster, big disappointment for being dull & boring, and a completely waste of time, talent & money. Gue harap, Eclipse bisa lebih baik dan tidak perlu berharap banyak. Jadi ingat dengan perkataan gue sendiri, kalau ada sebuah film yang trailer-ya bagus, 80% filmnya itu buruk. Kalau tidak percaya, coba lihat sendiri.

xoxo,

8 comments:

-Tess- said...

fiuh, belum ada ketertarikan buat nonton.....kalau sampe se-jelek ini, makin malessshhhh....kemarin ini aja ntn twilight, biasa banget LOL

paniio said...

emank sih ga sebagus yang aku harapkan Ed..
tp edward teteap (dan masih) bisa ngebuat jantung aku deg2an..
*LEBAY ALAY.com
hihihihihihi

Gogo Caroselle said...

hahahah diganti yah nama judulnyaaa,
bisa aja nih ah...!
well, krn ekspektasinya tinggi kali ya, kita jadi ga enjoi soalnya ga sehebat yg digemborkan....
used to be team edward, now team..... nowhere... hahaha

anw, ada CD OST nya gaaa? bagi dong bagi link nyaaa :D

Mr. E. said...

@ Tess: Ga usah nonton, nanti lo nusuk2 jantung lagi sangking jeleknya. salah satu film terburuk tahun ini.

@ panio: Jelek! Beneran, gue sampe kaget kalo itu film bisa sejelek itu.
Edward? OMG Panio, he looked so gay in every possible way, make-upnya itu, GA KUAT! Kayak Boy George!

@ Gogo: Iya, terlalu tinggi ekspektasinya, trus kecewa tingkat tinggi. Parah. Eneg gue, beneran.
link:
http://rapidshare.com/files/291659834/VA-The_Twilight_Saga_New_Moon-OST-2009-DOH.zip
coba di DL aja.

L said...

at least lo bisa nyombongin:
GUE UDAH NONTON!!
hahha..

that is the only reason I watched the movie.
I did the review (well, kind of..) in my blog.

nat said...

minggu lalu gw nonton nyh film setelah gw nonton ninja assasin..kebanting bgt..gw cuma bisa tahan ntn setengah jam..kemudian keluar krn terlalu lebay...hihihihiih

mutia said...

gw curiga lo soulmate-nya temen gw deh... komentarnya/cela2annya sama bok!
hehehe
salam kenal ya :)

Mr. E. said...

@ Nat: Iya kan, lebay mampus, buruk deh, buruk!

@ Mutia: Haha! Mana temen lo itu, kasih tau gue, siapa tahu dia beneran soul mate gue. haha!
Kalo org yg beneran movie buff & kebetulan menyukai buku2nya & tidak melihat K-Stew & R-Patt & TayLau sbg tokoh2nya, pasti akan bilang, ini film sampah! mampus. gue kecewa tingkat tinggi, marah sampe ke ubun2.
salam kenal jg buat mutia! gue udh main2 ke blog lo! gue suka pilihan2 lagu lo! yay!