Wednesday, March 3, 2010

Quote-of-the-Day: Dr. Jackson Avery - Grey's Anatomy

http://static.greysanatomyinsider.com/images/gallery/jackson-pic_375x562.jpg
"In my family, I'm the pretty one.
You know, uh, my eyes, and... my smile & my body.
I mean you should see me without a shirt on. It's... It's kinda ridiculous. 
But my family is smart, driven, crazy overachievers, you know?
And they look like they're smart. 
They don't look like me, which had it perks, except that my family treated me like I'm pretty.
They expected nothing from me, ever. 
They never pushed me, never thought to.
So, I had to push myself. 
Hard.
I don't even tell them I was taking the MCAT's 'till after I aced them.
My point is that you can't just change your hair.
Ok,you want to be unforgettable
You want not to be mousy
You can't just change your hair
You have to actually change."

-Jesse Williams as Dr. Jackson Avery-

Kutipan dialog ini diambil dari serial Grey's Anatomy season ke-6 episode ke-14, "Valentine's Day Massacre" antara Dr. Lexie Grey & Dr. Jackson Avery.

Beberapa hari sebelum mendengar kutipan dialog diatas, gue sempat ber-chat-IM dan akhirnya kopi-darat dengan salah satu teman baik gue. Seperti biasa, kami berdua sering sekali "bitching-time" dengan kehidupan masing-masing, khususnya masalah pekerjaan dan keluarga. Pembicaraan terakhir gue dengan teman gue tersebut adalah bagaimana kedua orang tua-nya sangat mendorong dia untuk mencari pekerjaan baru. Rupanya, mereka tidak puas dengan apa yang teman gue kerjakan sekarang dan ingin dia untuk mencari pekerjaan yang lain.

Di satu sisi, gue melihat ini sebagai suatu hal yang sangat tidak menyenangkan karena memiliki orang tua yang stricht, demand yang sangat tinggi akan masa depan dan keharusan mengontrol segala gerak-gerik anaknya. Si anak itu sendiri akan merasa terkekang bahkan tertekan, tidak memiliki rasa self-worthy dan kemungkinan bisa berakhir dengan stress tinggi. Yah, tidak tahu juga sih, bisa stres atau tidak. *mister dison sotoy-mode-on*. Tapi, di satu sisi juga, gue melihat ini sebagai hal yang cukup menggembirakan karena orang tua mau ikut serta membantu, merancang dan mengarahkan, bahkan mengintervensi kehidupan masa depan anaknya, dengan cara apapun. Tidak jarang juga ada tipe orang tua yang cuek bebek. Memang, bukan berarti orang tua tersebut tidak perduli dengan masa depan anaknya, tapi mereka hanya merasa tidak perlu ikut campur terlalu banyak.

Anyways, kejadian ini membuat gue berefleksi kepada diri sendiri. Apakah kedua orang tua gue termasuk di tipe pengatur-dengan-tangan-besi ataukah tipe cuek-bebek-sebodo-amat?

Puji Tuhan, orang tua gue adalah tipe yang ikut mengambil bagian dalam kehidupan anak-anaknya, tapi bukan untuk mengatur dengan tangan besi, melainkan lebih memberikan kebebasan untuk berekspresi dengan tetap memberikan pengarahan dan nasihat.

Sedari kecil, gue *dan adik-adik gue juga tentunya* diberikan kebebasan untuk memilih dan tidak pernah dipaksakan untuk melakukan sesuatu yang anak-anaknya tidak mau lakukan. Mereka selalu mendukung dengan apa yang anak-anaknya lakukan, asal masih dalam batas kewajaran dan dapat diterima mereka. Bisa dibilang, gue tumbuh dengan orang tua yang asik!

Walaupun kadang-kadang, ada rasa menyesal juga, kenapa ya mereka dulu tidak pernah memaksakan gue untuk melakukan sesuatu, benar-benar memaksakan gue untuk melakukan ini-itu dan harus bisa mencapai sesuatu yang gue sangat tidak inginkan? Rasa tersebut bisa berangsur-angsur hilang dengan sendirinya karena gue ingat bahwa gue tumbuh, besar, berkembang dengan bahagia, tanpa ada unsur paksaan yang memberatkan anak-anaknya. Tinggal dikembalikan ke anak-anaknya masing-masing, apa mereka mau mendorong diri mereka dengan sebegitu kuatnya untuk mencapai sesuatu?

Terima kasih Papi dan Mami, karena sudah memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk bisa berkembang dengan sendirinya dan tidak pernah memaksakan kehendak apapun perihal masa depannya.

Mungkin bisa dibilang begini: "As long as you kids are happy, we're happy too..."

xoxo,

5 comments:

[ epentje ] said...

yakin? mami papi gak hobi maksa??

di tanya "kapan kawin?" itu bentuk pemaksaan loh, maksa kalo harus kawin :p

juga waktu sekolah dan kuliah pasti pernah di tanya "kapan lulus?" itu juga maksa lah... maksa HARUS lulus kan? :)

mister dison said...

@ epentje's:
ho!
bener juga ya.
soal kawin itu lho, susah itu.
susah!
haha. kalo lulus mah, bolehlah saya berbangga hati, saya lulus 3.5 tahun, dgn gpa ga memalukan & bisa ttp aktif di kampus penguras harta di daerah karawaci tangerang.
LOL!!!
eh, dikunjungi Ms. (oops, Mr. deng....) Epentje, senangnya.
bertamu di rumahku yg sempit ini.
kotor lagi.

[ epentje ] said...

the pleasure is mine, indeed.

sempit sih kagak, kalo kotor sih iya, pusing musti ngeliatin mana yg musti di baca, mana yg musti cuman di liat, mana yg musti di buang, beres2 dikit nape? :P

mister dison said...

@ epens:
hehehe.
masa sih kotor?
masa sih? berantakan bgt ya?
aduh, jadi ga enak nih.
apa yg harus diberes2in duluan yak?
hmmm....

[ epentje ] said...
This comment has been removed by the author.