Wednesday, February 3, 2010

Working Hard for the Money, He Said...

*note: postingan ini dibuat sejak 2 minggu yang lalu & baru siap gue posting sekarang, mohon maaf atas keterlambatannya...*

Tepat jam 20.00, sampailah diriku di rumah, mengendarai busway Transjakarta dari Kuningan ke Kelapa Gading. CAPEK!

Phuew! Hari ini cukup melelahkan karena banyak sekali pekerjaan yang harus gue kerjakan, mulai dari pengurusan pembuatan Bank Garansi untuk operator FL*X*, (yang akhirnya sudah hand-over ke bagian keuangan, tapi setelah perjuangan panjang dengan si operator, bolak-balik, memelas-melas), pengurusan layanan sms & content download untuk salah satu label musik Indonesia di operator-operator telekomunikasi *admin & teknikalnya cukup ribet, malah sempat ada sedikit masalah mengenai penerimaan content & charging tarifnya & gue berterima kasih karena dapat support dari bagian IT kantor gue, makasih ya!*. Lalu, kolega gue yang berhubungan operator telekomunikasi itu semakin hari semakin tidak jelas, membuat gue semakin frustasi saja.

Belum lagi ditambah ada 2 klien baru, yang satu merupakan salah satu penyedia jasa transportasi yang setiap hari gue naiki & yang satu lagi mau membuat layanan content download lagu dengan jenis Arabian Music. Kedua klien ini hanya membutuhkan penyelesaian soal administrasi-nya saja, tapi gue benar-benar tidak punya waktu untuk mengerjakannya. Waktu gue benar-benar tersita untuk 2 layanan besar gue.

Sekarang, gue sudah sampai di rumah & bersiap-siap untuk kembali mengerjakan pekerjaan gue yang tadi tertunda. Haiya! Lembur di rumah, TIDAK MENYENANGKAN.

OK, gue sebenarnya mulai enjoy dengan pekerjaan gue yang cukup melelahkan ini, load pekerjaannya agak berlebihan & kebanyakan adalah limpahan dari orang lain, birokrasi kantor super panjang, dan tetek-bengek lainnya yang membuat gue sangat tidak nyaman untuk bekerja, tapi gue suka dengan yang namanya sibuk-sampe-lupa-waktu. I'm SO NOT a workaholic, but I love being busy & being so-into-my-job.

Gue sih cuma bisa berharap, dari segala sesuatu yang gue kerjakan, walaupun tidak akan semuanya sempurna sampai 100%, gue bisa mendapatkan lebih. Lebih disini dalam artian bukan saja pengetahuan & networking, tapi juga dalam bentuk uang. Gue ingin mendapatkan "penghargaan" dalam bentuk gaji yang lebih baik dari sebelumnya *baca: lebih-gede-lebih-banyak-tapi-tetap-santai-NGAREP!*

UUD, Ujung-Ujung-nya-Duit.

Yes, gaji, uang, pay check, pokoknya apapun namanya itu.

Yes, I have to admit, I work hard FOR the money. I NEED the money. I WANT the money. Buat apa kita kerja coba kalau bukan karena uangnya? *ok, selain yang gue sebutkan diatas tadi...*

Gue bukan mata duitan atau mengagung-agungkan materi, masih banyak hal-hal di dunia ini yang lebih penting daripada uang, gue tahu itu, tapi, tidak bisa dipungkiri *dan tidak mau menjadi hipokrit juga* untuk mengatakan bahwa, gue tidak butuh uang. Banyak tagihan yang harus dibayar, banyak kebutuhan yang diperlukan, tidak saja buat diri sendiri, tapi buat orang lain juga. Gue harus bekerja karena ada tanggung jawab yang harus gue penuhi.

Memang sih, gue tidak pintar-sepintar-pintarnya, gue masih punya banyak kekurangan, sering melalukan kesalahan, masih berantakan dalam bekerja, tapi gue cukup rajin, seseorang yang mau belajar & berusaha perduli dengan apa yang dikerjakan, agak-perfeksionis, dan loyal. Dari poin-penjualan & apa yang sudah gue kerjakan selama hampir 1 tahun ini, masih kurang cukup kuat untuk dipertimbangkan mendapatkan kenaikan?

Apa gue harus berargumen & bernegosiasi untuk meminta kenaikan gaji? Itu artinya gue harus menunjukkan bahwa gue berhasil melakukan sesuatu yang tidak hanya menguntungkan perusahaan tapi juga diri sendiri, iya dong? Nah, disitulah letak kelemahan gue. Tidak berani mengungkapkan & membuktikan diri bahwa gue patut diperhatikan & dihargai. Balik lagi, masalah self-esteem & confidence.

Ah! Makin malam, makin ngalor ngidul, stop!



Mr. E is hoping that things CAN change, those bosses will notice him & decided that he needs to get a pay rise. *crossing fingers...*

So, Mr. E, please, STOP COMPLAINING & take actions!

xoxo,

2 comments:

Arman said...

ya iya lah... orang kerja pasti karena uangnya!!! kalo bukan karena uang itu mah munafik dah. hehehe.

biasa emang kantor kan akan ada kenaikan standard tiap taunnya. kalo berasa kurang, ya kudu minta kali ya? tapi liat2 kantor dan bos nya juga sih. gua sih terus terang selama 11 th terjun di dunia kerja, gak pernah ngomong ke bos minta kenaikan gaji. mungkin gua bego, tapi gua orangnya gak seberani itu. hahaha.

kalo berasa udah kurang gajinya ya gua nyari kerjaan lain biasanya. :D

tentang kondisi lu, dicoba aja ed. kalo emang bos lu keliatannya orangnya enak diajak ngomong ya coba lu minta kenaikan gaji aja... good luck ya!

hajarhajir said...

Kalo bisa dapet banyak uang di t4 kerja, ayo ambil sebanyak2nya...
Kalo gak bisa ambil uangnya, ambil ilmunya..
Dari ilmu itu kita bisa cari uang sebanyak-banyaknya...

Lam kenal