Monday, April 5, 2010

T-Shirt, Celana Pendek & Sandal Jepit: Gaya Sekarang Untuk ke Gereja.


Ya, memang, gue merasa terganggu dengan cara berpakaian seseorang ketika pergi gereja  Sudah tidak sopan, datang terlambat, dan tidak menghargai ibadah lagi, tertawa-tawa, sibuk bermain ponsel & lain sebagainya. Gue juga tidak suci-100%, karena sedang di dalam misa, sempat-sempatnya melihat orang lain & berkomentar tentang cara berpakaian mereka, dan itu bukan urusan gue. Tapi,  tetap saja, gue merasa terganggu saja melihat keadaan ini.

Hal mengenai cara berpakaian sudah menjadi sebuah pembicaraan dari dulu. Menurut pastor-pastor, untuk masuk ke dalam gereja, berpakaianlah yang rapi & sopan, tunjukkan rasa hormat, bukan pada diri sendiri, pada orang lain & khususnya Tuhan. Tapi dari hari ke hari, keadaan ini semakin menjadi-jadi. bukan ke arah yang lebih baik, tapi kurang baik *belum masuk kategoti buruk*. Untuk anak-anak ataupun remaja, masih bisalah kita toleransi sedikit, tapi kalau orang dewasanya pun berpakaian seperti itu, apa jadinya nanti?

Gue juga tidak sempurna, masih kekurangannya, salah satunya adalah menyempatkan diri untuk membuat postingan status di Twitter. Berikut adalah hasil pembicaraan gue dengan beberapa orang.

"Kdng2 gue bingung, org2 itu niat ga sih ke gereja? pakai bajunya sprti mau ke mal. Kaos oblong, clana pndek & sandal. Parah.
Pakai kaos, clana pendek & sandal? Apa itu pantas dipakai utk ke sebuah pesta? Ini pesta kemenangan Tuhan & berpakaian sprti itu?
"

God sees the inside not the outside :)

That's bullsh*t We. Seriously. If the appriciate God & church, they won't even dress like that. It's really unrespectful.

Puhlease lor! A few days ago u r pissed coz someone judge u on ur opinion about church. And now u want to judge others?tsk tsk

Yes I know, I'm judging. Because how people dress can show how much you appriciate others.Ok,would you go to a party dressing casual?

yes I will, depend on my mood. Why r u so judging anyway? That's their personal relationship w/ God, so what? Sigh
Going to a church is like going to a party. It's a celebration to God. By dressing something neat,showing how u respect it.

and why r u being so fuzzy about it? Like u say, people's relationship w/ God is their personal issue. The same how they dress to church? So why?
 
I know all of you said. I'm fuzzy coz this unrespectful people came to the church late, dress like sh*t & noisy. That's why.

take care of ur own business, u judge others being disrespectful to God by the way they dress. While u urself are yapping and tweeting in church? Did u need a slap in the face?

Jawaban terakhir ini membuat gue kaget & langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan ini, karena nanti ujung-ujungnya tidak akan menyenangkan & gue baru habis dari gereja, bukannya membawa kabar baik, malah kabar buruk.

Baiklah, sekarang kita kesampingkan dulu segala sesuatu yang berhubungan dengan: 
'cara berpakaian seseorang tidak mempengaruhi nilai kereligiusan seseorang', atau 
'hubungan seseorang dengan Tuhan itu intim, personal & tidak dapat diganggu gugat', atau
'menghakimi orang lain bahwa tidak religius karena cara berpakaiannya', atau
'sibuk posting Twitter di gereja', atau
'ngobrol, sms-an, ngantuk, di dalam gereja dan lain-lain sebagainya'.

Kita kesampingkan dulu semua hal di atas ini.

Yang mau gue sampaikan adalah nilai kesopanan seseorang ketika memasuki sebuah gereja & beribadah di dalamnya. Simple saja tapi bisa mengena.

Gue tumbuh besar di kalangan orang-orang Manado, bahkan sempat tinggal disana selama 3 tahun. Sedari kecil, gue selalu diajarkan untuk berpakaian sopan & rapi setiap kali ke gereja. bahkan gue harus menyiapkan dengan namanya baju-untuk-gereja. Bukan untuk memamerkan kekayaan atau bersombong hati karena memiliki pakaian bagus & mahal, tapi lebih kepada untuk menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan.

Selama 3 tahun gue menghadiri misa di Manado, gue selalu bertemu begitu banyak orang ke gereja dengan berpakaian sangat rapi, bahkan sudah seperti akan bertemu dengan pejabat ataupun presiden.Orang-orang bukan saja berpakaian sangat rapi, mereka akan datang lebih awal, duduk tenang & mengikuti misa/kebaktian dengan sangat khidmat. Mereka selalu menanti-nantikan kegiatan di gereja & tidak akan melewatkan kesempatan apapun untuk itu, pokoknya bagi mereka, hari Minggu adalah hari gereja, harinya Tuhan.

Orang-orang yang memiliki niat-amat-sangat untuk ke gereja ini kebanyakan bukanlah orang-orang berada, *sebagian dari mereka adalah tetangga-tetangga di daerah tempat tinggal gue*. Ada yang cuma penjual makanan di pasar, buruh serabutan, supir angkot, tukang listrik & lain sebagainya; sehari-harinya mungkin hidup tidak serba berkecukupan, tapi kalau berurusan dengan gereja, mereka akan selalu berusaha agar menghadiri misa / kebaktian di gereja dengan pakaian rapi. Sekali lagi, bukan untuk memamerkan diri atau apapun, tapi lebih kepada menunjukan rasa hormat, bukan hanya kepada diri sendiri, tapi kepada Tuhan.

Mungkin ini semua kembali ke pola pikir orang-orang Manado atau orang-orang Indonesia timur yang kebanyakan merupakan adalah bekas jajahan negara Barat, yang dimana menganggap gereja adalah sebuah kegiatan formal & orang-orang yang hadir harus berpakaian sopan & rapi. Dari situ, terbawalah kebiasaan tersebut sampai saat ini.

Jujur, melihat keadaan itu, gue merasa malu karena sebegitu niatnya mereka pergi ke gereja. 
Mempersiapkan diri sebagaimana rupa untuk bisa ke gereja, agar bisa berdoa,  menunjukkan rasa hormat, dengan memuji & memuliakan Tuhan. Sedangkan untuk sebagian orang, masuk ke dalam gereja berpakaian kaos oblong, celana pendek, sandal jepit, terlambat, tidak serius & bersikap acuh tak acuh.
Diri sendiri saja belum bisa dihormati, bagaimana mau menghormati Tuhan? 
Akan menghadiri suatu kegiatan formal tapi berpakaian semau-nya saja, sama seperti mau ke mal, atau bersantai-santai berlibur?

PS. Selain pesan yang agak negatif diatas, ada juga yang menyetujui posting status gue di Twitter tersebut.

don't worry.they'll wear their nicest suit on their funeral day :P (re:ke grj pke oblong)

me too..kl di daerah2 org pd ke gereja malah dandanannya kyk mau ke pesta..rapi bgt..dat is how much they appreciate church..

xoxo,

2 comments:

Arman said...

iya dont judge book by its cover dong ed... :P

gua dulu juga kalo ke gereja pake celana pendek dan sendal. tapi disini sekarang pake celana panjang dan sepatu dong... kalo lagi dingin! kalo lagi panas? ya tetep pake celana pendek dan sendal.. huahahaha :P

ssandra7984 said...

That's actually how we go to church in Sydney (^_^)
Bondi Beach Style!!

It's what in the inside that matters most.